Sabtu, 17 Agustus 2013

Terobsesi jadi vampir, wanita ini minum darah manusia

Terobsesi jadi vampir, wanita ini minum darah manusia
Film-film bertema vampir seperti Twilight dan True Blood membuat sosok vampir menjadi dikagumi dan terlihat nyata di dunia. Hal ini yang kemungkinan membuat Julia Caples dari Pennsylvania menjadi terobsesi untuk menjadi vampir.
Wanita berusia 45 tahun ini telah mengonsumsi darah manusia dari donor yang bersedia selama 30 tahun. Dalam sebulan, Caples bisa menghabiskan setengah galon darah manusia. Caples percaya meminum darah manusia akan membuatnya bugar dan awet muda.
"Ketika minum darah manusia, aku merasa lebih kuat dan sehat. Aku juga merasa lebih cantik jika meminum darah," ungkap Caples, seperti dilansir oleh Daily Mail (10/06).
Caples juga mengaku tak memiliki penyakit apapun, serta memiliki banyak energi sejak minum darah manusia. Meski mengetahui bahwa darah tak mengandung banyak nutrisi, namun Caples tetap meminum darah, dengan harapan suatu saat orang akan menemukan manfaatnya.
Untuk memenuhi obsesinya minum darah manusia, Caples menemukan teman yang bersedia 'diminum' darahnya. Sesi minum darah dilakukan di rumah Caples ketika dia menyayat donatur darah dengan alat buatannya sendiri yang sudah disterilkan.
caples
Proses penyayatan darah sebelum Caples meminumnya
Caples menjelaskan bahwa kesukaannya pada darah telah bermula sejak muda. Ketika berciuman dengan kekasihnya saat itu, dia tiba-tiba ingin menggigitnya dan merasakan darahnya.
"Ini seperti insting alamiku, dan aku suka rasanya. Aku seperti terdorong untuk melakukannya. Dorongan ini tak bisa pergi," ungkap Caples.
Kegemarannya ini ternyata juga dilakukan oleh suaminya, Donald Lazarowick. Dulu mereka biasa menyayat dan 'minum' darah masing-masing. Pasangan ini bahkan melakukan pernikahan bertema vampir pada tahun 2000. Namun setelah memiliki anak, suaminya berhenti minum darah.
Ariel, anak pertama Caples yang berusia 24 tahun mengaku tak menyukai kebiasaan ibunya, karena khawatir hal itu akan berpengaruh buruk untuk kesehatannya. Sementara Alexei, anak kedua yang berusia sembilan tahun mengaku terbiasa dengan kegemaran ibunya.
"Kami punya dekorasi seperti peti mati dan boneka-boneka. Aku mulai berpikir dia benar-benar vampir," tutur Alexei.
Caples sendiri menyatakan bahwa dia sangat perhatian pada kesehatannya. Semua donor darah telah diuji sebelum diminum, sehingga kemungkinannya untuk tertular penyakit berbahaya lewat darah bisa diperkecil.
Steven Gruenstein, ahli darah dari Mount Sinai Hospital menjelaskan bahwa darah memang mengandung bahan kimia seperti garam, zat besi, protein, dan hal ini bisa membuat seseorang tertarik untuk meminumnya ketika mereka kekurangan zat tersebut. Meski begitu, Gruenstein sangat tidak menyarankan seseorang untuk minum darah segar manusia.
"Aku sangat tidak menyarankan orang untuk makan darah segar manusia. Terdapat risiko kesehatan seperti tertular HIV, hepatitis, dan penyakit lain yang disebabkan cirus dan bakteri dalam darah," jelas Gruenstein.

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates